Rancang Bangun Alat Pengering Ikan Teri Tipe Rak Susun Menggunakan Elemen Pemanas dan Thermokopel
DOI:
https://doi.org/10.54463/je.v5i1.119Keywords:
Elemen Pemanas, Thermokopel, Pengering ikanAbstract
Proses pengeringan ikan alami mempunyai kendala di antaranya pengeringan lama, memerlukan tempat luas, gangguan lalat apalagi pada musim hujan yang membuat terkendala dalam proses pengeringan. diantaranya pengeringan dengan sinar matahari atau biasa disebut pengeringan secara tradisional dilakukan dengan menjemur ikan sampai ± 3 hari jika cuaca cerah dan membalik ikan 4-5 kali agar pengeringan merata. Menggunakan pengering dengan elemen pemanas pada bagian belakang alat pengering ikan sistem oven, sehingga pengeringan ikan dapat berjalan dengan baik. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini adalah Riset and Development (riset dan pengembangan) yaitu suatu metode yang dipakai untuk mengembangkan model alat. Pengujian hari pertama dengan interval waktu 5 menit di mulai waktu 0 menit sampai 65 Menit, Temperatur suhu naik mulai dari 29,7 sampai 65,1 ᵒC (derajat celcius). Tegangan fluktuatis dari 210 V sampai 214 V, Arus Konstan berada pada 1,55 A, Daya naik mulai dari 322 watt sampai 332 watt, Konsumsi Energi Naik mulai dari 1028 sampai 1578, Kondisi ikan basah berangsur angsur mulai mongering. Pengujian hari kedua dengan interval waktu 5 menit di mulai waktu 0 menit sampai 60 Menit, Temperatur suhu naik mulai dari 29,8 sampai 46,5 ᵒC (derajat celcius). Tegangan fluktuatis dari 214 V sampai 212 V, Arus Konstan berada pada 1,56 A, Daya naik fluktuatif dari 335 watt sampai 330 watt, Konsumsi Energi Naik mulai dari 1610 sampai 2468, Kondisi ikan mulai kering berangsur-angsur mengering.
References
Bambang Setyoko, Seno Darmanto, Rahmat. 2012. “Peningkatan Kualitas Pengeringan Ikan Dengan Sistem Tray Dryingâ€. Fakultas Teknik UNDIP, Semarang.
Earle, R.L. 1969. “Unit Operation in Food Processingâ€. Pergamon Press Ltd.
Eddy Afrianto, Evy Liviawaty. 1989. “Pengawetan dan Pengolahan Ikanâ€. Yogyakarta. ISBN: 979-413-032-X.
Estiasih, Teti dkk. 2016. “Teknologi Pengolahan Panganâ€. Universitas Brawijaya, Malang.
Handoyo, K. 2011. “Sistem informasi pengelolaan sumberdaya dan lingkungan perikanan tangkap di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Baratâ€. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Ilyas, S. 1973. “Pengantar Pengolahan Ikan Edisi 3â€. Lembaga Teknologi Hasil Perikanan. Direktorat Jendral Perikanan. Jakarta.
Jailani Arifin dkk. 2017. “Prototipe Pendingin Perangkat Telekomunikasi Sumber Arus DC Menggunakan Smartphone†Jurnal Media Elektrika, Vol 10. No, 01 Juni 2017
Kadir, A. 2013. “Pendidikan Praktis Mempelajari Aplikasi Mikrokontroler dan Pemrogramannya Menggunakan Arduinoâ€. Andi Offset. Yogyakarta.
Loadcell and Weight. (AmericaModule H:2010). https://www.ricelake.com.
https://www.academia.edu/42779269/MAKALAH_ALAT_UKUR_WATTMETER
Moeljanto. 1992. “Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikananâ€. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sugeng, R., Y. Didik, dan H. Achmad. 1997. “Perbaikan teknologi pengering ikan tenaga surya di pulau Maduraâ€. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Teknik (Engineering).
Swastawati F dkk, 2019. “Teknologi Pengering Ikan Modern†Undip Press Semarang.
Suharto. 1991. “Teknologi Pengawetan Panganâ€. Cetakan Pertama, Rineka Cipta. Jakarta.
Sofyan. 2016. “Manipulasi Suhu pada Pengeringan Ikan Teri Tenaga Surya Menggunakan Mikrokontroler ATmega 2560â€. Fakultas Teknik Univeristas Lampung.
S. Laimeheriwa. 2014, “Analisis Tren Perubahan Curah Hujan Pada Tiga Wilayah dengan pola Hujan yang Berbeda di Provinsi Maluku†Jurnal Budidaya Pertanian, Vol. 10. No. 2, Desember 2014, Halaman 71-78. Fakultas Pertanian Universitas Pattimura.
https://triyan.wordpress.com/2015/11/23/pilihan-power-supply-pada-arduino/
https://teknikelektronika.com/pengertian-relay-fungsi-relay/#google_vignette
https://www.kelistrikanku.com/2016/02/ricecooker-adalah.html#google_vignette
https://blog.unnes.ac.id/antosupri/pengertian-termokopel-thermocouple-dan-prinsip-kerjanya/









